Admin STIPAS Keuskupan Agung Kupang
Foto Bersama 27 Peserta Fashion Show tingkat SD se Kota Kupang
STIPASKAK.AC.ID – Dalam rangka memperingati 25 tahun perjalanan STIPAS Keuskupan Agung Kupang, civitas akademika STIPAS Keuskupan Agung Kupang akan melaksanakan kegiatan ziarah ke makam para dosen yang telah mendahului. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 30 September 2026, mulai pukul 15.00 WITA hingga selesai.
Kegiatan ziarah ini menjadi salah satu bentuk penghormatan dan ungkapan syukur atas jasa, pengabdian, serta karya para dosen yang telah berkontribusi dalam perjalanan dan perkembangan STIPAS Keuskupan Agung Kupang. Melalui kegiatan ini, seluruh civitas akademika diajak untuk mengenang kembali dedikasi para pendahulu yang telah mengambil bagian dalam karya pendidikan dan pembinaan calon pelayan Gereja.
Dengan mengusung semangat “Mengenang Jejak, Melanjutkan Karya,” kegiatan ini tidak hanya menjadi momen untuk mengenang mereka yang telah berpulang, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mendoakan arwah para dosen agar memperoleh kedamaian abadi di sisi Tuhan.
Pelaksanaan ziarah dibagi ke dalam beberapa kelompok berdasarkan lokasi pemakaman. Lokasi yang menjadi tujuan ziarah meliputi Katedral, NBD-Alak, Perkuburan Umum Liliba, dan Perkuburan Imam Projo. Setiap kelompok melibatkan unsur dosen, imam, suster, pegawai, serta perwakilan mahasiswa yang bertugas sesuai dengan pembagian masing-masing.
Keterlibatan berbagai unsur civitas akademika dalam kegiatan ini mencerminkan semangat kebersamaan dan kekeluargaan yang terus dipelihara dalam lingkungan STIPAS Keuskupan Agung Kupang. Ziarah ini sekaligus menjadi pengingat bahwa perjalanan sebuah lembaga pendidikan tidak terlepas dari pengorbanan, ketekunan, dan kesetiaan orang-orang yang telah berkarya sebelumnya.
Melalui momentum 25 tahun ini, STIPAS Keuskupan Agung Kupang diharapkan semakin meneguhkan komitmennya dalam melanjutkan karya pendidikan dan pembinaan iman, dengan tetap menghargai sejarah serta jasa para pendahulu. Warisan pengabdian para dosen yang telah meninggal dunia menjadi inspirasi bagi generasi penerus untuk terus berkarya, melayani, dan mengembangkan lembaga demi kemajuan Gereja dan masyarakat.
Kegiatan ziarah ini menjadi ungkapan iman bahwa meskipun para dosen yang dikenang telah tiada, semangat, teladan, dan karya mereka tetap hidup dalam perjalanan STIPAS Keuskupan Agung Kupang.
Mengenang jejak, menghormati pengabdian, mendoakan para pendahulu, dan melanjutkan karya demi masa depan STIPAS Keuskupan Agung Kupang.
8 SMA Ikut Lomba Tari, 27 Anak Tampil di Fashion Show Ketua Panitia, Valentinus K. Masan, mengatakan antusiasme peserta dalam kegiatan tersebut cukup tinggi. Untuk kategori Lomba Tarian Kreasi tingkat SMA, tercatat 8 SMA se-Kota Kupang ikut ambil bagian.
Masing-masing kelompok tampil dengan kreasi dan konsep tari yang mereka persiapkan. Kekompakan, kreativitas, ekspresi, hingga kemampuan menguasai panggung menjadi bagian dari penampilan para peserta. Sementara kategori Fashion Show tingkat SD diikuti 27 peserta. Anak-anak tampil percaya diri di hadapan juri dan penonton. Dengan karakter dan kreativitas masing-masing, mereka menjadikan panggung sebagai ruang untuk menunjukkan potensi diri. Valentinus menegaskan, tujuan kegiatan tidak semata-mata untuk menentukan siapa yang menjadi juara.
Lebih dari itu, lomba tersebut diharapkan menjadi pengalaman berharga bagi peserta untuk belajar berkompetisi secara sehat sekaligus membangun keberanian dan rasa percaya diri. “Harapan kami, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun keberanian, kreativitas, sportivitas, dan rasa percaya diri anak-anak serta generasi muda di Kota Kupang,” ujar Valentinus.
Semarakkan Perjalanan 25 Tahun STIPAS Lomba Tarian Kreasi dan Fashion Show ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menyongsong 25 tahun STIPAS Keuskupan Agung Kupang. Momentum seperempat abad tersebut tidak hanya dirayakan sebagai perjalanan sebuah lembaga pendidikan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperluas keterlibatan STIPAS bersama masyarakat dan generasi muda. Melalui kegiatan seni dan kreativitas, STIPAS ingin menghadirkan ruang positif bagi anak-anak dan kaum muda untuk berkembang. Panggung di Rujab Wali Kota Kupang itu pun menjadi salah satu gambaran bahwa perayaan 25 tahun STIPAS tidak hanya berbicara tentang usia lembaga, tetapi juga tentang bagaimana pendidikan memberi ruang kepada generasi muda untuk berani tampil, berani berkreasi, dan berani menunjukkan potensi terbaik mereka.
Dengan semangat tersebut, rangkaian peringatan 25 tahun STIPAS Keuskupan Agung Kupang diharapkan terus menghadirkan kegiatan yang edukatif, kreatif, dan memberi dampak positif bagi masyarakat Kota Kupang.